Stasiun Banteng
Cerita ini sedikit menarik, karena ini berdasarkan pengalaman pribadi saya sewaktu menjalani kegiatan Prakerin atau Praktik Kerja Industri. Ketika waktu masih duduk di bangku SMK, saya dan 5 orang teman saya mendapatkan kegiatan Prakerin di salah satu perusahaan yang berada di Ibukota Jakarta, tepatnya di wilayah Sudirman, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 bulan dari bulan Agustus hingga bulan Oktober 2017.
Saat itu saya memutuskan untuk pulang pergi atau pp, otomatis saya harus menggunakan transportasi umum, yaitu kereta. Saya biasa naik kereta dari Stasiun Bogor dan turun di Stasiun Sudirman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Seperti yang kita ketahui, wilayah Sudirman bisa dibilang pusat industri di Ibukota Jakarta. Karena di wilayah itu banyak sekali gedung - gedung yang di dalamnya terdapat berbagai perusahaan.
Mengapa saya menyebut Stasiun Sudirman sebagai Stasiun Banteng? Karena, kereta dari Stasiun Bogor yang melewati banyak stasiun sebelum Stasiun Sudirman sudah penuh sesak. Sehingga, orang - orang selalu berdesakan di dalam kereta. Dan ketika sampai di Stasiun Sudirman dan pintu kereta telah dibuka, orang - orang langsung berhamburan keluar dan tidak memperdulikan satu sama lain layaknya para banteng di arena gladiator Colosseum yang dilepaskan dari kandangnya. Pada saat itu memang saya pertama kalinya memasuki wilayah tersebut dan tidak pernah tau kondisi setiap jam kerja dan jam pulang kerja seperti apa. Hingga saat ini nama julukan itu pun masih kerap saya pakai ketika sedang membahas sesuatu yang berkaitan dengan Stasiun Sudirman.
Comments
Post a Comment