IT Governance dan Risk Management
Pengertian IT Governance dan Risk Management
Aspek - aspek pada IT Governance
1. Penyelarasan rencana strategis TI dengan tujuan bisnis
Perusahaan (Strategic Alignment); berfokus pada memastikan hubungan bisnis dan
rencana TI; mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi proposisi nilai TI, dan menyelaraskan
operasi TI dengan operasi perusahaan.
2. Optimalisasi nilai bisnis Perusahaan bagi Perusahaan
(Value Delivery); adalah tentang menjalankan proposisi nilai seluruh siklus
pengiriman, memastikan bahwa TI memberikan manfaat yang dijanjikan terhadap
strategi, berkonsentrasi pada mengoptimalkan biaya dan membuktikan nilai
intrinsik TI.
3. Optimalisasi investasi TI yang mencakup aplikasi,
informasi, infrastruktur dan sumber daya manusia (Resouce Management); adalah
tentang investasi yang optimal, dan pengelolaan yang tepat atas sumber daya TI
yang kritis, yaitu antara lainaplikasi, informasi, infrastruktur dan
orang-orang. Isu-isu kunci berkaitandengan optimasi pengetahuan dan
infrastruktur.
4. Pengelolaan resiko TI (Risk Management); membutuhkan kesadaran
risiko dari pejabat perusahaan senior, pemahaman yang jelas tentang risk
appetite perusahaan itu, pemahaman tentang persyaratan kepatuhan, transparansi
tentang risiko yang signifikan untuk perusahaan dan menanamkan tanggung jawab
manajemen risiko kedalam organisasi.
5. Pengelolaan kinerja proses TI (Performance Measurement);
menjalankan dan memonitor implementasi atasstrategi, penyelesaian proyek,
penggunaan sumber daya, kinerja proses dan pelayanan pengiriman, yaitu
menggunakan, misalnya, balanced scorecard yang menerjemahkan strategi ke dalam
tindakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Aspek - aspek pada Risk Management
2. Tataran Pengelola Perusahaan: Aspek ini terdiri atas tiga
hal juga. Pertama, kompetensi manajemen berupa pengalaman dan keahlian. Kedua,
integritas pengurus berupa rekam jejak yang tidak tercela. Ketiga, tata
pengelolaan yang baik dan transparan. Pengaturan aspek ini dimaksudkan untuk
mencegah kejahatan pimpinan perusahaan (white collar crime).
3. Tataran Pelaksana Lapangan Perusahaan: Aspek ini terdiri
atas tiga hal. Pertama, pengenalan selera risiko nasabah (risk appetite).
Kedua, pengetahuan tenaga penjual akan produk investasi yang dijualnya. Ketiga,
transparansi dalam menjelaskan risiko investasi. Pengaturan aspek ini dimaksudkan
untuk mencegah kejahatan tenaga pelaksana (blue collar crime).
Langkah - langkah Auditing pada IT Governance
1. Identifikasi dan dokumentasi. Layaknya audit umum,
identifikasi dan dukumentasi adalah keharusan. Hal ini bisa dilakukan dengan
menjalankan survei maupun observasi ke lapangan sehingga audit bisa lebih
objektif dan akurat.
2. Tes subtantif. Tes substansi merupakan tes yang
dijalankan untuk mengetahui “isi” secara lebih mendalam. Dalam tes ini ada dua
tipe yang bisa dijalankan: signifikan alias ditelusur secara lebih mendalam;
atau terbatas.
3. Evaluasi. Setelah melakukan tes substantif, audit TI bisa
menjalankan evaluasi berdasarkan hasil temuan. Di tahap ini kembali dicek
apakah kinerja perusahaan efektif atau tidak. Kalau efektif berarti memenuhi
syarat untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun kalau tidak efektif,
lakukan lagi tes substantif.
4. Penilaian Mutu/ Kesimpulan. Di langkah terakhir ini akan
terlihat apakah mutunya terjamin atau tidak. Jelas audit TI bukanlah tindakan
yang bisa dilakukan secara asal dan instan. Ketelitian auditor menjadi ujung
tombaknya. Selain itu tentu saja, tujuan dan langkah-langkah tersebut harus
dilakukan secara konsekuen.
Audit IT pada Domain
Audit IT pada Domain EDM (Evaluate, Direct, and Monitor)
Proses tata kelola ini berurusan dengan tujuan tata pemangku
kepentingan dalam melakukan penilaian, optimasi risiko dan sumber daya,
mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi pilihan
strategis, memberikan arahan kepada TI dan pemantauan hasilnya. Berikut domain
proses EDM:
- EDM01 Ensure Governance Framework Setting and Maintenance
(Memastikan Pengaturan dan Pemeliharaan Kerangka Tata Kelola)
- EDM02 Ensure Benefits Delivery (Memastikan Memberi Manfaat)
- EDM03 Ensure Risk Optimisation (Memastikan Pengoptimalan
Risiko)
- EDM04 Ensure Resource Optimisation (Memastikan Pengoptimalan
Sumber Daya)
- EDM05 Ensure Stakeholder Transparency (Memastikan
Transparansi Pemangku Kepentingan)
Audit IT pada Domain APO (Align, Plan and Organize)
Memberikan arah untuk pengiriman solusi (BAI) dan penyediaan
layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan
mengidentifikasi kekhawatiran cara terbaik TI agar dapat berkontribusi pada
pencapaian tujuan bisnis. Realisasi visi strategis perlu direncanakan,
dikomunikasikan dan dikelola untuk perspektif yang berbeda. Sebuah organisasi
yang tepat, serta infrastruktur teknologi, harus dimasukkan ke dalam tempatnya.
Berikut domain proses APO:
- APO01 Manage The IT Management Framework (Mengelola Kerangka
Manajemen TI)
- APO02 Manage Strategy (Mengelola Strategi)
- APO03 Manage Enterprise Architecture (Mengelola Arsitektur
Bisnis)APO04 Manage Innovation (Mengelola Perubahan)
- APO05 Manage Portfolio (Mengelola Dokumen)
- APO06 Manage Budget and Costs (Mengelola Anggaran dan Biaya)
- APO07 Manage Human Resources (Mengelola Sumber Daya Manusia)
- APO08 Manage Relationships (Mengelola Relasi)
- APO09 Manage Service Agreements (Mengelola Perjanjian
Layanan)
- APO10 Manage Suppliers (Mengelola Pemasok)
- APO11 Manage Quality (Mengelola Kualitas)
- APO12 Manage Risk (Mengelola Risiko)
- APO13 Manage Security (Mengelola Keamanan)
Audit IT pada Domain BAI (Build, Acquire and Implement)
Memberikan solusi dan melewatinya sehingga akan berubah
menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi,
dikembangkan atau diperoleh, serta diimplementasikan dan terintegrasi ke dalam
proses bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga dicakup oleh
domain ini, untuk memastikan bahwa solusi terus memenuhi tujuan bisnis. Berikut
domain proses BAI:
- BAI01 Manage Programmes and Project (Mengelola Program Dan
Proyek)
- BAI02 Manage Requirements Definition (Mengelola Definisi
Persyaratan)
- BAI03 Manage Solutions Identification and Build (Mengelola
Identifikasi Solusi dan Pembangunan)
- BAI04 Manage Availability and Capacity (Mengelola
Ketersediaan dan Kapasitas)
- BAI05 Manage Organisational Change Enablement (Mengelola
Pemberdayaan Organisasi Perubahan)
- BAI06 Manage Changes (Mengelola Perubahan)
- BAI07 Manage Change Acceptance and Transitioning (Mengelola
Penerimaan Perubahan dan Transisi)
- BAI08 Manage Knowledge (Mengelola Pengetahuan)
- BAI09 Manage Assets (Mengelola Kepemilikan)
- BAI10 Manage Configuration (Mengelola Susunan)
Audit IT pada Domain DSS (Deliver, Service and Support)
Menerima solusi dan dapat digunakan bagi pengguna akhir.
Domain ini berkaitan dengan pengiriman aktual dan dukungan layanan yang
dibutuhkan, yang meliputi pelayanan, pengelolaan keamanan dan kelangsungan,
dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan fasilitas operasional.
Berikut domain proses DSS:
- DSS01 Manage Operations (Mengelola Operasi)
- DSS02 Manage Service Requests and Incidents (Mengelola
Layanan Permohonan dan Kecelakaan)
- DSS03 Manage Problems (Mengelola Masalah)
- DSS04 Manage Continuity (Mengelola Keberlangsungan)
- DSS05 Manage Security Services (Mengelola Jasa Keamanan)
- DSS06 Manage Business Process Controls (Mengelola Kontrol
Proses Bisnis)
Audit IT pada Domain MEA (Monitor, Evauate and Assess)
Monitor semua proses untuk memastikan bahwa arah yang
disediakan diikuti. Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dari waktu ke
waktu untuk mengontrol kualitas dan kepatuhan mereka. Domain ini tertuju pada
manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap
peraturan dan tata kelola. Berikut domain proses MEA:
- MEA01 Monitor, Evaluate and Assess Performance and
Conformance (Memantau, Evaluasi dan Menilai Kinerja Dan Penyesuaian)
- MEA02 Monitor, Evaluate and Assess The System of Internal
Control (Memantau, Evaluasi dan Menilai Sistem Pengendalian Internal)
- MEA03 Monitor, Evaluate and Assess Compliance with External
Requirements (Memantau, Evaluasi dan Menilai Kepatuhan dengan Persyaratan
Eksternal)
Comments
Post a Comment